8 Daerah Penghasil Ikan Terbesar di Indonesia, Maluku Utara Menyimpan Potensi Ikan Tuna yang belum Tergarap

KOMPAS.com – Indonesia memiliki potensi penghasil ikan tangkap terbesar di dunia.

Hal ini karena, wilayah negaranya berupa kepulauan sehingga sumber kekayaan alamnya berlimpah, tak terkecuali perikanan.

Mengutip dari laman maritim.go.id, Indonesia masuk dalam 10 besar negara penghasil ikan tangkap di dunia.

Ikan tangkap merupakan usaha penangkapan ikan di alam liar, seperti laut, sungai, danau, badan air dan lainnya.

Berikut daerah penghasil ikan tangkap terbesar di Indonesia:

  1. Lamongan, Jawa Timur

Lamongan merupakan penghasil ikan terbesar di Jawa Timur.

Potensi tersebut terdukung dengan garis pantai sepanjang 47 km, dari Desa Weru hingga Dewa Lohgung.

Penangkapan ikan melakukan dengan armada kapal sebanyak 3.423 unit, alat tangkap sebanyak 52.269 unit, serta lima Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) sekaligus Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

Pada tahun 2020, produksi ikan hasil tangkap laut dapat tercapai sebesar 76.692,96 ton, dengan nilai produksi Rp 1.188.671.626.220.

  1. Banyuwangi, Jawa Timur

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah penghasil ikan tangkap terbesar. Sektor perikanan juga menjadi andalan pendapatan daerah.

Kabupaten Banyuwangi memiliki wilayah potensi ikan laut dari Selat Bali dengan luas kurang lebih 960 mil2 dan Samudera Indonesia.

Pelabuhan perikanan pantai Muncar merupakan tempat pelelangan ikan terbesar di Banyuwangi

Pusat pendaratan ikan dari Selat Bali berada di Muncar, Wongsorejo, Kalipuro, Banyuwangi, Kabat, Blimbingsari, Rogojampi, serta Tegaldlimo yang di dominasi ikan lemburu.

Sedangkan di daerah Purwoharjo dan Pesanggrahan yang merupakan daerah pendaratan ikan dari Samudera Indonesia di dominasi ikan dasar atau ikan dermasal.

Produksi ikan tangkap Banyuwangi cukup tinggi. Pada 2012, produksi ikan tangkap di Banyuwangi mencapai 44 ribu ton per tahun.

  1. Cilacap, Jawa Tengah

Kabupaten Cilacap merupakan daerah penghasil ikan terbesar di Provinsi Jawa Tengah.

Kondisi tersebut ada dukungan dengan daerah yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Potensi perikanan tangkap di wilayah laut Kabupaten Cilacap perkiraan mencapai 72 ribu ton per tahun. Namun saat ini, potensi yang baru termanfaatkan sebesar 14.961 ton atau sekitar 20,78 persen.

  1. Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan merupakan daerah penghasil ikan tangkap karena wilayahnya keliling oleh laut, yaitu di sebelah barat terdapat Selat Flores, di sebelah selatan terdapat Laut Flores dan di sebelah timur terdapat Teluk Bone.

Perairan di sekitar Sulawesi Selatan ada hunian ikan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal melainkan juga ekspor yang berperan dalam peningkatan devisa negara di luar sektor non migas.

Salah satu jenis ikan yang menjadi andalan Sulawesi Selatan adalah ikan tuna.

Di Sulawesi Selatan, nelayan dapat menangkap ikan sebanyak 11 ton perhari.

8 Daerah Penghasil Ikan Terbesar di Indonesia, Maluku Utara Menyimpan Potensi Ikan Tuna yang belum Tergarap

  1. Maluku Utara

Maluku Utara merupakan daerah penghasil ikan karena wilayah laut lebih luas jika membandingkan wilayah daratan.

Bagi masyarakat Maluku Utara, ikan merupakan makanan wajib setiap hari. Bahkan, masyarakat Maluku Utara yang tinggal di desa-desa pesisir akan merasa lemas apabila tidak mengkonsumsi ikan dalam sehari.

Maluku Utara memiliki potensi ikan yang belum tergarap.

Dalam laman kkp.go.id, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan potensi tuna di Morotai, Maluku Utara dapat mencapai 200.000 ton. Namun saat ini, potensi itu baru tergarap sebanyak 20 persen.

Jika mentotal, potensi ikan tangkap di Morotai dapat mencapai 1.714.158 ton pertahun.

  1. Nusa Tenggara Timur

Potensi perikanan tangkap di Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup besar, namun penglolaannya masih rendah.

Potensi tersebut ada dukungan dengan adanya batas wilayah yang terhubung Laut Flores di sebelah utara dan Samudera Hindia di sebelah selatan.

Pengelolaan ikan tangkap di NTT baru berkisar 40 persen dari potensi lestari, yaitu sebesar 388,7 ton pertahun.

Ikan tangkap utama berupa ikan pelagis, yaitu ikan tuna, cakalang, tengiri, selar, kembung, dan ikan domersil, seperti ikan kerapu.

  1. Sulawesi Tengah

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 10 Tahun 2017 tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2017-2037, terdapat zona penangkapan ikan.

Zona I meliputi perairan di Kabupaten Donggala, Barat Daya Tanjung Manimbaya, barat perairan Sioyong hingga
Laut Sulawesi, utara Tolitoli hingga Buol.

Zona II meliputi perairan sebelah timur Ampibabo, Tinombo, Moutong, Kepulauan Una Una hingga Boalemo Kabupaten Banggai.

Zona II meliputi perairan Kepulauan Menui, perairan sebelah timur Bungku hingga Banggai Kepulauan hingga perbatasan Pulau Sonit.

Potensi ikan tangkapan di Sulawesi Tengah baru bisa memanfaatkan sebanyak 54.88 persen dan sebanyak 45,12 persen belum memanfaatkan.

Potensi perikanan di perairan Sulawesi Tengah berupa jenis ikan laut ekonomis, seperti ikan pelagis besar (tuna, cakalang, dan tongkol), ikan pelagis kecil (layang, selar, teri, lembang, dan kembung), dan non ikan seperti udang windu, rajingan, jenis udang, tiram, cumi-cumi, sotong, dan teripang.

  1. Kota Tegal, Jawa Tengah

Kota Tegal merupakan daerah yang memiliki potensi ikan tangkap yang berlimpah.

Menurut data Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah pada 2011, Kota Tegal berada di urutan ke tiga sebagai daerah yang memiliki nilai produksi perikanan laut tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.

Padahal secara geografis, Tegal hanya memiliki garis pantai 6 km. Namun produksi ikan laut dapat mencapai 35.206,3 ton dengan nilai produksi 218 miliar rupiah.

Namun sejak 2013, produksi perikanan laut di Kota Tegal menunjukkan kondisi yang fluktuatif.

Kondisi ini dugaan karena cuaca yang buruk yang mempengaruhi aktifitas penangkapan ikan dan overfishing di wilayah tangkap Laut Jawa.

8 Daerah Penghasil Ikan Terbesar di Indonesia, Maluku Utara Menyimpan Potensi Ikan Tuna yang belum Tergarap – Sumber :

maritim.go.id

surabaya.tribunnews.com

lamongankab.go.id

dinasperikanan.banyuwangikab.go.id

www.banyuwangikab.go.id

repository.unsoed.ac.id

humas.cilacapkab.go.id

pipp.djpt.kkp.go.id

ejurnali.kepenndudukan.lipi.go.id

https://regional.kompas.com/read/2022/04/05/182055178/8-daerah-penghasil-ikan-terbesar-di-indonesia-maluku-utara-menyimpan

ERA DIGITAL
INVESTASI TAK TERBATAS RUANG & WAKTU


Rumah tinggal keluarga adalah kebutuhan dasar manusia. Utamanya bagi Pekerja Migran Indonesia, Klub Cahaya melayani kebutuhan dengan kerja sama saling menguntungkan. Selengkapnya klik ke Klub Cahaya atau Real Estate. Atau ke Beranda.

Kesempatan Emas – Miliki aset properti dengan murah, mudah dan cepat..!!!
Harga tanah dan rumah naik terus, tak pernah turun..
Kami menawarkan 2 cara pembelian : 1. Beli tanah dulu, bangun rumah nanti. 2. Beli rumah langsung, sudah termasuk tanah.
Dengan mendaftar pembelian properti kami, Anda sudah memiliki properti bersama kami..

Hubungi kami untuk mendapat penawaran dan negosiasi terbaik..
Pembayaran setelah lengkap dokumen Notaris..

Perumahan Cahaya Caruban – Kendal
PT. Cemerlang Cahaya Internasional
Kontak HP/WA :
+62 838 61122815
https://klubcahaya.com
Kategori: Karya Aneka

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: