Satire adalah gaya bahasa untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau merujuk kepada seseorang. Satire biasanya tersampaikan dalam bentuk ironisarkasme, atau parodi. Istilah ini berasal dari frasa bahasa Latin satira atau satura (campuran makanan).

Satire Ironi Sarkasme Parodi

Jenis satire memiliki kesamaan fungsi dengan sarkasme namun memiliki perbedaan tingkatan. Satire memiliki bentuk yang lebih halus jika membandingkan dengan sarkasme. Sarkasme sendiri cenderung menggunakan kata-kata yang pedas dan melukai perasaan.

Dan satire biasanya berbentuk penolakan dan mengandung kritikan dengan maksud agar sesuatu yang salah itu perlu mencari kebenarannya. Satire adalah gaya bahasa yang berbentuk ungkapan mentertawakan atau menolak sesuatu. Satire penggunaannya untuk mengancam atau mentertawakan gagasan, kebiasaan, dan lain-lain.

Sedangkan ironi (dari bahasa Yunani Kuno εἰρωνεία eirōneía, melalui bahasa Belanda ironie) adalah salah satu jenis majas yang berupa sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya; dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut atau mengungkapkan sindiran halus. Dalam ironi, pengujar menyampaikan sesuatu yang sebaliknya dari yang ingin ia katakan. Jadi di sini terdapat satu penanda dengan dua kemungkinan petanda. Ironi mengandung antonimi atau oposisi antara kedua tataran isi. Ironi juga mengandung kesenjangan yang cukup kuat antara makna harfiah dan makna kiasan.

Penggunaan ironi dapat terlihat dalam contoh kalimat “Rajin sekali Dia, lima hari tidak masuk sekolah“. Ironi dalam kalimat tersebut bertujuan untuk menyindir seseorang yang tidak masuk sekolah.

Berbeda dengan satire, sarkasme adalah salah satu jenis majas yang menggunakan kata-kata pedas untuk menyakiti perasaan orang lain; dan dapat berupa cemoohan atau ejekan. Sarkasme berasal dari kata Yunani, yaitu sark yang berarti “daging”, dan asmos yang berarti “merobek”. Jadi secara harfiah, sarkasme berarti “merobek daging”. Tujuan dari sarkasme bermaksud untuk menyindir, atau menyinggung seseorang atau sesuatu. Sarkasme dapat berupa penghinaan dan celaan yang mengekspresikan rasa kesal dan marah dengan menggunakan kata-kata kasar. Majas ini dapat melukai perasaan seseorang dengan kepahitan pilihan diksi dan hujatan yang getir.

Contoh :

  • Putih benar wajahmu, sampai bisa menyendoki bedaknya.
  • Jadi koruptor banyak hartanya, kasihan hidupnya lebih banyak di penjara.

Sarkasme erat hubungannya dengan ironiFyodor Dostoyevsky, seorang sastrawan Rusia mendefinisikan sarkasme sebagai “pelarian terakhir dari orang-orang berjiwa bersahaja dan murni ketika rasa pribadi jiwa mereka secara kasar dan paksa terganggu”.

Dan parodi (sering sebutannya juga plesetan, lelucon, olokan, imitasi kelucuan, kritik ironi, aktivitas humor, imitasi hiperbolik) merupakan sebuah karya kreatif; yang terancang untuk meniru, mengomentari, dan/atau mengolok-olok subjeknya dengan cara peniruan (imitasi)satire atau ironi.

Dalam penggunaan yang umum, suatu hasil karya yang berguna untuk memelesetkan, memberikan komentar atas karya asli; judulnya atau pun tentang pengarangnya dengan cara yang lucu atau dengan bahasa satire. Seringkali subjeknya adalah karya orisinal atau beberapa aspek darinya — tema/konten, pengarang, gaya, dan lain-lain.

Tetapi parodi juga bisa tentang orang di kehidupan nyata (misalnya politisi), peristiwa, atau gerakan (misalnya Revolusi Prancis atau Kontra-kebudayaan pada 1960-an). Sarjana sastra Profesor Simon Dentith mendefinisikan parodi; sebagai “setiap praktik budaya yang memberikan imitasi sindiran; yang menimbulkan polemik relatif dari berbagai produksi atau praktik kebudayaan lainnya”. Sesuai perkataan Linda Hutcheon seorang teoris literatur parodi… merupakan peniruan (imitasi), tidak selalu dengan mengorbankan teks yang terparodikan“. Parodi dapat kita temukan dalam seni atau budaya, termasuk sastramusikteatertelevisifilmanimasi, dan permainan. Beberapa parodi terpraktikkan di teater.

Penulis dan kritikus John Gross mengobservasi dalam buku Oxford Book of Parodies-nya; bahwa parodi tampaknya menjadi berkembang di suatu wilayah; menjadi antara pastiche (“sebuah komposisi peniruan perilaku seniman lain, tanpa maksud satir”); dan burlesque (“bermain-main dengan materi sastra tinggi dan menyesuaikannya dengan tujuan yang rendah”). Sementara itu, Encyclopédie of Denis Diderot membedakan antara parodi dan burlesque; “Parodi yang baik adalah hiburan yang bagus, mampu menghibur dan mendidik pikiran yang paling peka serta halus; burlesque merupakan lelucon menyedihkan yang hanya bisa menyenangkan rakyat”. Secara historis, ketika sebuah formula terjadi kejenuhan; seperti dalam kasus melodrama moralistik pada tahun 1910-an; genre formula itu hanya memiliki nilai sebagai parodi. Buster Keaton mengolok-olok genre tersebut seperti yang ia tunjukkan oleh film pendeknya.

Satire, Ironi, Sarkasme, Parodi – Sumber : Wikipedia

ERA DIGITAL
INVESTASI TAK TERBATAS RUANG & WAKTU


Rumah tinggal keluarga adalah kebutuhan dasar manusia. Utamanya bagi Pekerja Migran Indonesia, Klub Cahaya melayani kebutuhan dengan kerja sama saling menguntungkan. Selengkapnya klik ke Klub Cahaya atau Real Estate. Atau ke Beranda.

Kesempatan Emas – Miliki aset properti dengan murah, mudah dan cepat..!!!
Harga tanah dan rumah naik terus, tak pernah turun..
Kami menawarkan 2 cara pembelian : 1. Beli tanah dulu, bangun rumah nanti. 2. Beli rumah langsung, sudah termasuk tanah.
Dengan mendaftar pembelian properti kami, Anda sudah memiliki properti bersama kami..

Hubungi kami untuk mendapat penawaran dan negosiasi terbaik..
Pembayaran setelah lengkap dokumen Notaris..

Perumahan Cahaya Caruban – Kendal
PT. Cemerlang Cahaya Internasional
Kontak HP/WA :
+62 838 61122815
https://klubcahaya.com
Kategori: Goresan

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: